BeritaNasional

Kebijakan Tak Manusiawi PO Bus Sinar Jaya: Tak Bisa Refund, Reschedule, atau Ganti Identitas Meski Karena Sakit atau Kematian

×

Kebijakan Tak Manusiawi PO Bus Sinar Jaya: Tak Bisa Refund, Reschedule, atau Ganti Identitas Meski Karena Sakit atau Kematian

Sebarkan artikel ini

Sejumlah pelanggan PO Bus Sinar Jaya meluapkan kekecewaan mereka atas kebijakan perusahaan yang dinilai tidak manusiawi dan tidak solutif. Salah satu penumpang, Fendi, menyampaikan keluhan melalui pesan yang kini beredar luas, lantaran pihak Sinar Jaya menolak permintaan penggantian identitas penumpang, bahkan saat kondisi darurat seperti sakit atau kematian.

Sangat tidak solutif ka. Kursi bus dibiarkan kosong mubazir. Tidak memberikan service excellent kepada penumpang kalau seperti ini,” tulis Fendi dalam pesan keluhannya, Senin (2/6/2025).

Menurut Fendi, ia tidak meminta refund atau penjadwalan ulang (reschedule), melainkan hanya ingin mengganti identitas penumpang karena orang yang memesan tidak bisa berangkat akibat halangan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Meski tiket sudah dibayar penuh dan tidak ada perubahan rute maupun harga, pihak Sinar Jaya tetap menolak permintaan tersebut.

Pesanan tetap dipakai, hanya ganti orang saja dengan identitas baru karena ada halangan pekerjaan. Kalau sampai sakit orangnya atau mati di jalan misalnya, pihak PO Bus Sinar Jaya mau tanggung jawab mungkin?” sambungnya.

Ia menilai kebijakan semacam ini sangat merugikan pelanggan, tidak logis, dan cenderung mempertahankan idealisme yang tidak pro-konsumen. Dalam kondisi darurat, menurutnya, minimal harus ada opsi penggantian penumpang dengan identitas baru agar tiket tidak sia-sia.

Misal sakit saja tidak bisa diganti orang atau refund. Ruginya apa sih di PO Sinar Jaya? Enggak masuk logika kalau seperti ini.

Fendi pun berharap aspirasinya dan pelanggan lain bisa didengar dan dijadikan evaluasi bagi PO Bus Sinar Jaya maupun perusahaan transportasi lainnya agar lebih bijaksana dalam mengambil kebijakan. Ia menyarankan pelanggan untuk mempertimbangkan operator lain yang lebih berpihak pada kenyamanan dan kemanusiaan. Fendi dan banyak penumpang lainnya berharap agar suara mereka tidak hanya didengar oleh pihak perusahaan, tetapi juga oleh pemerintah pusat, khususnya Menteri Perhubungan dan Presiden Republik Indonesia, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan kebijakan transportasi massal di Indonesia.

Mohon aspirasi kami sebagai customer bisa dimengerti dan dipahami. Agar pengalaman ini tidak dialami oleh customer lainnya. Kami juga meminta kepada Bapak Menteri Perhubungan dan Bapak Presiden untuk meninjau kembali aturan transportasi umum yang tidak manusiawi seperti ini. Rakyat butuh transportasi yang adil, bijak, dan berpihak kepada kondisi nyata di lapangan.”pungkasnya

Disclaimer Redaksi: Hingga berita ini ditayangkan, pihak PO Bus Sinar Jaya belum memberikan pernyataan resmi terhadap permasalahan ini. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *