
RadarPurwakarta.com- Pemerintah dan pelaku industri nasional kembali memperkuat struktur sektor baja melalui pembangunan fasilitas produksi baru di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Proyek ini merupakan bagian dari upaya memperkokoh kemandirian industri logam nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta hilirisasi industri.
PT Tata Metal Lestari, bagian dari Tatalogam Group, tengah membangun fasilitas baru Continuous Galvanizing Line (CGL) 2 di Plant Sadang, Purwakarta dengan nilai investasi sekitar Rp 1,5 triliun.
Fasilitas baru ini menggunakan teknologi pelapisan baja dari perusahaan asal Italia, Tenova, yang diklaim mampu meningkatkan kualitas dan umur pakai produk baja lapis hingga empat kali lipat dibandingkan baja konvensional.
Pembangunan fasilitas CGL 2 ditargetkan rampung dan mulai beroperasi akhir tahun 2026. Pabrik ini juga diproyeksikan menyerap sekitar 350 tenaga kerja lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan ekosistem industri hulu–hilir di sektor baja.
Produksi baja lapis dari pabrik baru ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sektor konstruksi, infrastruktur, dan manufaktur, serta mendukung ekspansi pasar ekspor ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan kawasan Asia Tenggara.
Kapasitas produksi PT Tata Metal Lestari saat ini akan meningkat dari 250 ribu ton menjadi 500 ribu ton per tahun, dengan target jangka panjang mencapai 2,5 juta ton dalam sepuluh tahun mendatang.
Kementerian Perindustrian menyatakan dukungannya terhadap pembangunan fasilitas baru ini sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat industri logam nasional, meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, serta mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri strategis. (FS)









