BeritaDaerahEdukasiIstimewaNasional

Inovatif, Mahasiswa KKN IPB Ajak Ibu-ibu Cipaisan Wujudkan Keluarga Tangguh Lewat Media Kreatif

×

Inovatif, Mahasiswa KKN IPB Ajak Ibu-ibu Cipaisan Wujudkan Keluarga Tangguh Lewat Media Kreatif

Sebarkan artikel ini
Foto Kegiatan TANGGA: Sosialisasi dan Edukasi Ketahanan Keluarga IPB

Purwakarta (21/7) – Semangat untuk memperkokoh fondasi masyarakat dari unit terkecilnya, yakni keluarga, kembali digelorakan di Kelurahan Cipaisan, Kabupaten Purwakarta. Melalui sebuah kolaborasi apik, sekelompok mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) sukses menggelar program “TANGGA: Sosialisasi dan Edukasi Ketahanan Keluarga” pada Kamis (10/7/2025)

Kegiatan yang diinisiasi sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat ini terselenggara atas kerja sama mahasiswa dengan ibu-ibu Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta kader posyandu setempat. Tim mahasiswa KKN-T IPB ini berada di bawah bimbingan Ranti Wiliasih, S.P., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapang. Adapun tim yang bertugas di Kelurahan Cipaisan dikoordinatori oleh Juan Kelvin Immanuel dengan anggota yang terdiri dari Shafiyya Putri Hervia, Indira Maharani, Salsabila Fachriya, Nailah Rahmah Azizah, Hadijah Habibati Munfiga, Fitratunnisa, dan Muhamad Wildan Ramadhani.

Bertempat di Aula Serbaguna Kelurahan Cipaisan, program ini bertujuan membekali para ibu, yang merupakan pilar utama keluarga, dengan pengetahuan praktis untuk membangun keluarga yang tangguh, sejahtera, dan cerdas secara finansial.

Berbeda dari sosialisasi pada umumnya, para mahasiswa membawa pendekatan yang segar dan modern. Sesi pertama berfokus pada pengenalan konsep ketahanan keluarga yang dikemas secara kreatif melalui “Pop-Up Rumah Ketahanan Keluarga”. Media visual inovatif hasil pengembangan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB ini berhasil menyederhanakan konsep yang kompleks menjadi sajian tiga dimensi yang menarik dan mudah dipahami.

“Kegiatan penyuluhan ini kami selenggarakan sebagai wujud kepedulian dan kontribusi kami dalam mendukung peningkatan pengetahuan masyarakat. Besar harapan kami agar kegiatan ini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat Cipaisan,” ujar Juan Kelvin Immanuel, koordinator mahasiswa.

Antusiasme peserta semakin terasa saat tim memperkenalkan aplikasi “FamLink”. Aplikasi berbasis ponsel pintar ini merupakan inovasi IPB yang dirancang untuk mengukur tingkat ketahanan keluarga secara mandiri. Para ibu dibimbing langsung untuk mendiagnosis kondisi keluarganya, yang hasilnya menjadi dasar untuk diskusi yang lebih personal dan mendalam.

Program ini terbukti lebih dari sekadar transfer pengetahuan satu arah. Sesi tanya jawab membuka ruang dialog yang kritis dan jujur mengenai isu-isu riil yang dihadapi masyarakat. Salah satu momen penting terjadi saat Ibu Ela, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan, mengangkat isu pelik seputar Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Di lapangan, kami kadang menemukan adanya indikasi KDRT. Namun, kedua belah pihak mengaku masih saling mencintai. Bagaimana kita harus menyikapinya?” tanya Ibu Ela.

Pertanyaan tersebut dijawab dengan lugas oleh tim mahasiswa, yang menekankan pentingnya memisahkan perasaan cinta dari tindakan kekerasan. “Penting untuk kita semua pahami, cinta tidak menyakiti. Adanya KDRT, sekecil apa pun, adalah tanda bahaya yang tidak bisa ditoleransi dengan alasan cinta. Prioritas utama adalah keselamatan korban. KDRT bukanlah aib, dan korban harus didampingi untuk berani melapor,” jawab salah satu mahasiswa dengan mantap, yang disambut anggukan setuju para hadirin.

Setelah memahami pilar ketahanan keluarga, sesi kedua mengajak para peserta untuk fokus pada pengelolaan sumber daya rumah tangga. Para ibu diajak untuk berani “bermimpi” sekaligus dibekali keterampilan literasi keuangan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sesi dibuka dengan cara yang menyentuh, di mana peserta berbagi impian terbesar mereka. Salah satunya Ibu Yusti, yang dengan haru bercerita ingin membangun pondok pesantren dan berkumpul bersama keluarga.

Untuk memastikan efektivitas program, mahasiswa menerapkan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasilnya, para ibu menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya dana darurat.

Mahasiswa membagikan langkah-langkah praktis, seperti cara membagi alokasi pendapatan ke dalam tiga pos utama (kebutuhan, keinginan, dan tabungan/dana darurat), serta tips mencatat keuangan secara sederhana. Mereka juga memberikan ide-ide kreatif untuk menambah penghasilan dari rumah.

Kegiatan yang ditutup dengan doa dan foto bersama ini bukanlah sekadar akhir dari sebuah program. Lebih dari itu, inisiatif yang digagas mahasiswa KKN-T IPB ini menjadi pemantik dan langkah awal bagi masyarakat Cipaisan untuk lebih peduli terhadap isu ketahanan keluarga. Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat lokal terbukti mampu menciptakan solusi yang relevan dan berdampak.

Diharapkan, ilmu dan keterampilan yang telah dibagikan dapat terus diterapkan dan disebarkan lebih luas oleh para kader PKK, sehingga cita-cita untuk mewujudkan keluarga yang tangguh, cerdas, dan sejahtera di Purwakarta dapat terwujud secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *