
Bandung (27/6) – Dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, Fakultas Pendidikan Teknik, Universitas Pendidikan Indonesia melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Karang Tawang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada Rabu (25/6/2025).
Kegiatan PkM yang berjudul “Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Melinjo untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan bagi Kelompok Tani Mujursari” ini dilaksanakan dalam upaya pemanfaatan limbah produksi olahan melinjo menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo nomor 2, yakni swasembada pangan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 20 peserta, yang terdiri dari Kelompok Penggerak TP PKK Desa Karang Tawang dan perwakilan Kelompok Tani Mujursari.
Dalam sambutannya, Jaja Suharja, Kepala Desa Karang Tawang menyampaikan sambutan hangat kepada Tim PkM dan berharap kegiatan PkM memberikan dampak positif dan manfaat bagi warga Desa Karang Tawang, khususnya para petani dan pelaku tani.
“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para dosen dan mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan ini, dan saya berharap dengan adanya kegiatan pengabdian ini dapat memberikan dampak bagi para petani dan masyarakat di Desa Karang Tawang,” ucap Jaja.
Disamping itu, Sri Handayani, Dosen Pendidikan Teknologi Agroindustri UPI mengatakan, kegiatan ini merupakan aksi nyata dari institusi kepada masyarakat sebagai upaya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dan amanah penting, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat,” tutur Sri.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Yatti Sugiarti, M.P., sebagai ketua kegiatan PkM dan melibatkan Nita Nur Rezkia, S.P., M.Agr., selaku Dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri UPI sebagai pemateri utama, serta tim pelaksana yang terdiri dari sejumlah mahasiswa aktif, yaitu Akmal Raditya Raharjo, Andya Ghinaa Zahraa Ependi, Aryo Herdiansah, Lingga Al Ghifari, Muhammad Fakhri Athallah, Nurul Ajlina Yasifa, Najla Ibtihal Mumtaz, dan Rasyid Kemal Ashary.
Kegiatan diisi dengan pemaparan profil program studi, latar belakang perlunya pemanfaatan limbah melinjo menjadi pupuk organik cair dan manfaat pupuk organik cair oleh Nita Nur Rezkia, Dosen Pendidikan Teknologi Agroindustri UPI. Selanjutnya, demonstrasi pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar daun dan kulit melinjo dilaksanakan oleh peserta dan didampingi oleh mahasiswa.
Saat pemaparannya, Nita mengungkapkan bahwa limbah produksi olahan melinjo biasanya dibuang ke lahan sawah dan perkebunan tanpa diolah terlebih dahulu, yang mengakibatkan penyerapan nutrisi oleh tanah membutuhkan waktu yang lama.
“Biasanya, limbah produksi olahan melinjo seperti daun melinjo dan kulit melinjo itu dibuang ke lahan langsung untuk dijadikan pupuk suplemen. Padahal kalau kita olah terlebih dahulu, dapat mempercepat proses penyerapan nutrisi dan manfaatnya akan lebih cepat terasa,” ujar Nita.
Selain itu, Nining Suryani, salah satu peserta yang merupakan warga desa menyampaikan, dirinya adalah pelaku tani di rumahnya dan menyutujui hal yang disampaikan Nita.
“Saya dirumah menanam tomat dan sayuran lainnya, dan betul yang disampaikan tadi, biasanya kulit melinjo yang tua itu suka disimpan langsung ke tanamannya,” tutur Nining.
Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Karang Tawang, Dudi mengungkapkan bahwa kegiatan PkM ini telah memberikan dampak positif dan manfaat bagi masyarakat khususnya para petani dan pelaku tani di Desa Karang Tawang dengan penandatanganan Surat Pernyataan Mitra Gabungan Kelompok Tani.
Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Karang Tawang dari teknologi tepat guna yang telah diberikan, serta menjadi motivasi bagi institusi lain untuk dapat melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.











