BeritaEdukasiIstimewa

Perjalanan Inspiratif Fendi Setiawan: Dari Kelas, Ruang Redaksi, hingga Dunia Entrepreneur

×

Perjalanan Inspiratif Fendi Setiawan: Dari Kelas, Ruang Redaksi, hingga Dunia Entrepreneur

Sebarkan artikel ini
Foto sambutan Kelulusan TKIT-SDIT Nurul Hikmah III Purwakarta

Di tengah dinamika bangsa yang terus bergerak, setiap orang memiliki jalan pengabdian masing-masing. Ada yang menekuni dunia pendidikan, ada yang berkarya dalam pemerintahan, ada pula yang memilih jalur literasi dan ruang publik. Namun, satu hal yang menjadi kunci adalah totalitas dalam memaksimalkan peran yang sedang dijalani.

Itulah yang tercermin dari sosok Fendi Setiawan. Sebagai Kepala Sekolah TKIT Nurul Hikmah III Purwakarta, ia menyalakan semangat belajar dan membimbing anak-anak sejak usia dini. Diumur 21 tahun mengawali sebagai kepala sekolah di Purwakarta, saat ini sudah berjalan 2 tahun. Di sisi lain, melalui kiprahnya di dunia jurnalistik, ia menghadirkan informasi yang mencerahkan serta menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat.

Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Al Hikmah Surabaya ini membuktikan bahwa lulusan bahasa tidak hanya berkiprah di ruang kelas, tetapi juga mampu tampil sebagai pemimpin di berbagai lini—pendidikan, jurnalistik, bahkan kewirausahaan.

Ya, di luar aktivitas mendidik dan menulis, Fendi juga menekuni dunia entrepreneurship di bidang pertanian Budidaya Jamur Tiram. Bagi dirinya, usaha ini bukan sekadar urusan finansial, melainkan sebuah upaya membuka manfaat lebih luas, termasuk lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Dengan cara itu, ia bisa lebih tenang dan totalitas dalam mengabdi sebagai seorang guru.

Bagi Fendi, sekolah bukan sekadar tempat anak belajar membaca, menulis, atau berhitung. Lebih dari itu, sekolah adalah laboratorium pahala: ruang di mana akhlak anak dibentuk, nilai-nilai Islami dibiasakan, dan karakter ditanamkan. Dengan semangat kolaborasi, ia terus mengembangkan TKIT Nurul Hikmah III menjadi sekolah yang menyenangkan, bermakna, dan selaras dengan tuntutan zaman.

Tak berhenti di situ, saat ini Fendi juga tengah menempuh pendidikan Magister (S2). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmennya terhadap prinsip long life learning—bahwa seorang guru sejati tidak pernah berhenti belajar.

“Guru sejati adalah sosok yang berilmu seperti ulama, berhati seperti orang tua, dan berjiwa seperti pejuang,” ungkapnya penuh keyakinan.

Kecintaannya pada dunia literasi pun semakin kokoh. Sejak lama menulis berita dan artikel, Fendi kemudian mendirikan dua media online: nektarnews.com dan majalahedutimes.com. Media ini menjadi wadah informasi terpercaya yang berkomitmen menyajikan berita objektif, jernih, dan mencerahkan.

Baginya, pendidikan dan jurnalistik memiliki benang merah yang sama: mencerdaskan bangsa. Melalui sekolah, ia mencetak generasi berkarakter sejak dini. Melalui media, ia memberi pencerahan dengan informasi yang bernas. Dua peran yang berjalan beriringan, menjadikannya figur inspiratif yang berdiri bukan hanya di depan kelas, tetapi juga di ruang publik.

Keberhasilan Fendi memadukan peran pendidik, jurnalis, dan entrepreneur adalah bukti bahwa literasi dan kepemimpinan dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun bangsa. Dari Purwakarta, ia menegaskan pada kita semua bahwa pena, ilmu, dan keteladanan adalah senjata ampuh untuk menyalakan perubahan.

Dengan dedikasi itu, Fendi Setiawan layak menjadi inspirasi. Ia membuktikan bahwa guru sejati bukan hanya pejuang pendidikan, melainkan juga agen perubahan yang mampu menyalakan cahaya harapan di tengah masyarakat, di Jawa Barat, dan di Indonesia secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *