
RadarPurwakarta.com – Karawang — Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh memborong maggot kering Bima hasil budidaya kader Bank Sampah Induk Mandiri Bengle Sejahtera (BSI-MBS) bersama Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) dalam agenda Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) di Kecamatan Majalaya.
“Betul semua maggot produksi Bank Sampah Induk Bengle diborong habis sama pak Bupati,” Kata Wiji Susilowati saat mengikuti Gebyar Paten di Kantor Kecamatan Majalaya Kab. Karawang, Selasa (30/9/2025)
Kedatangan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh diiringi antusiame warga yang hadir pada acara yang dilaksanakan secara berkala tersebut.
“Pak Bupati datang ke stand kami Stand Desa Bengle, kebetulan kami salah satu produk kami Maggot yang diolah hasil kerja sama dengan Unsika diborong habis, ” Sambung Wiji.
Ketua Tim PkM Unsika Mochamad Faizal Rizki menilai Bupati Karawang sangat mengapresiasi upaya warga dalam mengolah sampah melalui maggot.

“Tim Pkm Unsika sedang melaksanakan kerja sama dengan mitra yaitu kader Bank Sampah Desa Bengle dengan melakukan budidaya maggot, hasil budidaya tersebut kemudian dikeringkan dan dijual, kebetulan kita pamerkan di Gebyar Paten Kec. Majalaya, Alhamdulillah didukung oleh Bupati dengan memborong semuanya, kami mencoba mendukung Sustainable Development Goals (SDGs),” Kata Mochamad Faizal Rizki di Kecamatan Majalaya.
Tim PkM Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melaksanakan pendampingan di Bank Sampah Induk Mandiri Bengle Sejahtera untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran hasil budidaya maggot.
Budidaya Maggot atau larva dari Black Soldier Flies dapat mengurai sampah organik secara efektif dan mempunyai nilai ekonomi sirkular.

“Budidaya maggot harus menjadi kegiatan yang berkelanjutan karena terbukti efektif mengurangi sampah juga bernilai ekonomi bagi warga yang mengelolanya, mudah-mudah pemerintah daerah bisa mendorong ini agar diterapkan sampai tingkat RT, ” Terang Mochamad Faizal Rizki. (*)